Sekilas Info: Lagi enggak ada ide buat update tulisan di blog, masih sibuk mainan fixed gear

Friday, January 13, 2012

testil

t3stilllll

Saturday, June 26, 2010

Story of Ponsel #1

Setiap manusia pasti memiliki kenangan dengan barang-barang pribadinya, mulai dari barang yang sepele sampai barang yang gedhe (LHO?). Kali ini saya akan berbicara mengenai handphone, sekali lagi saya tegaskan HANDPHONE. Yaps, sebuah barang imut nan memiliki arti penting bagi setiap insani. Bisa dikatakan tanpa handphone manusia takkan berdaya dari serangan monster-monster pemakan udel :D, sorry, out of topic.

Handphone,
bagi saya barang yang imut nan bertenaga itu memiliki tempat tersendiri di hati saya, bagaimana tidak. Tanpa barang itu saya bukan apa-apa, saya tidak akan bisa berkomunikasi, tidak akan bisa internetan via mobile yang sungguh anytime and everytime, tidak akan bisa berfoto-foto, dan yang paling parah tidak bisa lihat video yang itu (stop, if you think about that :o, that's no porn).

Spesial topik yang saya bahas yaitu mengenai 'Story Of My Phone Celular' (Kalian juga mengalami itu khan?)

Handphone yang saya miliki kali pertama yaitu bermerk Nokia dengan tipe 3210. Di zamannya hape ini sangat kondangin. Sebab, hape ini merupakan kakek dari adik buyutnya hape tanpa antena eksternal. Kesimpulannya ni hape mati kebanting di kamar mandi (kagak nyambung yah? Bodo amat).
Setelah tu hape meninggal dengan sehat wal afiat, sang Mama pujaan hati membelikan hape baru yaitu Nokia Saya Lupa Tipenya (Pokoknya, hape layar warna Nokia kali pertama). Hape itu nggak jauh beda nasibnya dengan hape sebelumnya, cuman yang ini agak elite sedikit. Apakah sebabnya? Jawabannya adalah? Hape Nokia Saya Lupa Tipenya ini kebanting di kamar mandi bioskop. Mengapa saya katakan agak elite. Karena, yang pertama kebantingnya di toilet sekolah yang bujubusuk baunya bikin orang hamil langsung kagak jadi hamil.
Mama sudah tidak memperdulikan saya. Bagus. Akhirnya saya tidak memegang hape sampek sekitar 3 bulanan. Hidup serasa di planet Namek sendirian tanpa di temani Miyabi (LHO?). Setelah itu (mungkin karena wajah yang dari sononya sudah tampak memelas) sang Papa tiba-tiba datang dari luar kota langsung bilang ''Rif, ambilin tas Papa!''. Monyong....!!! Waktu ngebuka tasnya sang Papa, ada kardus kecil bertuliskan Nokia, Conecting People :)

Bersambung...

Jika Anda mempublikasikan ulang postingan dalam blog ini, Anda harus mencantumkan link blog ini http://curutperkutut.blogspot.com. Hargailah hasil karya orang lain.
design by Bang CurutPerkutut