Sekilas Info: Lagi enggak ada ide buat update tulisan di blog, masih sibuk mainan fixed gear

Wednesday, October 22, 2008

Aku Masih Belum Pengen Kawin

Setiap manusia pasti pengen banget yang namanya kawin, Ups...maaf maksudnya nikah (apa coba bedanya kawin dengan nikah?). Nah, sekarang khan aku udah nggak anak kecil lagi khan (Lawas), nah makanya itu di postingan yang kesekian kali ini aku akan mencoba membahas tentang hal yang namanya "Pengen Kawin Nggak Sih Aku?"

Yaps, entah mengapa aku diam tak bicara (ngelantur...!). Sampai umurku sekarang ini mengapa aku masih belum ada pikiran yang namanya menikah alias kawin, secara menikah itu wajib hukumnya, karena merupakan sunah Rasul. Ada beribu garam dan merica yang merasuk dalam otakku sehingga aku tidak mempunyai pemikiran seperti itu, Kalo misalnya kawin takut inilah, takut itulah...

Kali ini aku akan membeberkan mengapa aku masih belum pengen kawin (anggep aja ni hal yang sangat penting, hehe).

1. Belum Laku
Ini lah alasan yang paling utama sebenarnya, yaitu "Belum Laku". Nah, tapi yang jadi pertanyaan di sini tuh belum lakunya karena apa? karena emang beneran belum menemukan jodoh, atau emang gak ada yang mau (kecian banget deh Gueh). Tapi yang pasti aku nggak maho . Tapi apa mungkin ada yang salah ma wajahku yah?

2. Masih Belum Pengen Terikat
Ini merupakan alasan yang logis dan masuk akal, secara aku khan masih muda jadi masih belum yang namanya terikat, apalagi terikat di bawah pohon beringin, takut agh serem! Aku masih pengen bebas, bebas ke mana-mana, bebas bergaul ma sapapun (termasuk bencong juga).

3. Masih Baru Kerja
Ini alasan yang paling logis, karena eh karena aku masih belum bisa menata hidupku dengan baik dan benar, masih doyan jajan sana dan sini, alias masih sangat boros sekali. Tapi kalo ada perempuan yang mau makan emping batu atau gulai bata merah, why not. Kawin yuuk!....

Postingan kali ini emang terasa sangat tidak penting sama sekali (emang dari dulu ada yang penting postingannya?) :malu:

Tuesday, September 23, 2008

Kembalilah Pulang Wahai Parcel

Akan ku ingat selalu hari ini, yaitu hari selasa tanggal 23 September 2008. Kenapa akan kuingat? karena bingkisan (baca Parcel) dari sekolah raib ditelan si Kolor Ijo. Bangsat tuh orang! AstogpiruLoh lupa, khan lagi bulan puasa, maafkan aku ya Tuhan, Pliis! Isi di dalem parcel sih emang nggak begitu berharga tapi sangat disayangkan bila hilang, secara masih bisa dimakan la yo kok hilang. Huh! (sambil menghela nafas yang sangat panjang sekali).

Hal ini sebenernya udah terasa saat aku datang ke tempat kerja. Yups, tuh parcel sebelumnya emang nongkrong dengan damai di Perpustakaan. Setelah meletakkan tas dan jaketku, kemudian aku menghampiri si parcel tersebut sesaat kemudian aku menyentuhnya lalu menciumnya dan akhirnya kita menikah deh. Ngaco banget! Diam-diam ku buka resleting pembuka tas parcel tersebut, kulihat isi didalamnya ternyata masih utuh dengan selamat Al-Fatihah, kemudian kututup lagi (maksudnya apa coba?gak penting banget).

Jam terus berjalan dengan cepat dan juga kadang lambat bahkan terkadang berhenti karena lampu Traffic Light lagi berwarna merah (gak nyambung dodol!). Sambil memandang jam dinding yang terasa lambat menunjukkan pukul 17.30 (ngarep cepet-cepet buka puasa), sesekali ada percakapan antara aku dan Si Parcel yang sangat malang sekali nasibnya. Mungkin kalo ditulis akan seperti ini percakapannya.

Aku: Diam memandang si Parcel dengan penuh rasa sayang
Parcel: Diam seribu bahasa
Aku: Kamu mau pulang Cel?
Parcel: tetep diem
Aku: Kenapa Cel kok diem?
Parcel: Lagi-lagi diem
Aku: Parcel, kalo marah jangan lama-lama yah!

(sebentar, belakangan diketahui bahwa Si Parcel lagi kena sariawan)

Akhirnya jam menunjukkan pukul 11.45, aku memutuskan untuk tidur sebentar, tapi nyatanya tetep nggak bisa tidur. Kemudian jam menunjukkan jam 13.00, langsung aku mengambil jaket dan tasku. Niat pertama yaitu pulang, tapi karena jam 15.00 aku harus memberi les di lembaga pendidikan belakang sekolah jadi ya tanggung banget mau pulang, secara jarak anatara rumah dan tempat kerjaku berpuluh-puluh kilo (hiperbola banget yak!)

Ku ambil si Parcel yang akan malang nasibnya, kuletakkan di lorong ruang guru, kutinggal sebentar ke laboratorium komputer sekolah untuk ngecek keadaan. Balik lagi setengah jam kemudian setelah shalat ashar, dan hasilnya ....Wah Si Parcel yang baik hati nan tidak sombong HILANG!!! dipikiranku sempet terlintas jangan-jangan si parcel ketemu ma Parcel cewek terus mereka kawin lari, atau jangan-jangan si Parcel takut aku jadikan bahan mutilasi. Hasilnya tetep Si Parcel yang imut nan menggemaskan itu tetep hilang. Yang bikin aneh tu ya kok ya ada prang yang nyolong di lorong ruang guru sekolah, kok teganya gitu loh padahal semua karyawan beserta guru sudah dapet satu-satu. Yah mungkin emang bukan rezekiku, biarlah kau Si Parcel yang baik hati nan tidak sombong berbahagialah dengan tuanmu yang sekarang. Tapi jika engkau tak betah tinggal di rumah barumu, cepatlah kembali pulang ke dalam pelukanku.
Jujur aku masih menginginkan isimu.

Isi Parcel yang gaul nan bersahaja itu tapi punya penyakit sariawan yaitu,
1. Satu toples kaleng besar Good Time
2. Satu toples kaleng besar Butter Cookies
3. Satu kaleng permen Foxs
4. Satu liter minyak Bimoli
5. Satu kilo Gulaku
6.Satu botol sirup Marjan
7. Dan yang terpenting ada boxer baruku yang ada di dalam sana...hiks.....hiks.....hiks

Cepatlah kembali Si Parcel yang baik hati nan tak sombong, pintu rumahku selalu terbuka untukmu.


Photobucket
Jika Anda mempublikasikan ulang postingan dalam blog ini, Anda harus mencantumkan link blog ini http://curutperkutut.blogspot.com. Hargailah hasil karya orang lain.
design by Bang CurutPerkutut